Detail
SQ Nabi: Aplikasi Strategi dan Model Kecerdasan Nabi
Pengarang : Abdul Wahid Hasan
Stok : tersedia
Harga : Rp. 26000
Sinopsis :
"Kemampuan berpikir manusia adalah 'kualitas manusia yang khusus' (a special quality of human being), karena dengan berpikir, manusia berbeda dengan makhluk yang lain."
--Ibnu Khaldun
"Muhammad as teacher, examplar and ideal man fulfills in Islam a role that can hardly be overestimated. From him, hundreds of millions of Muslims derive both meaning for personal existence and means for character development and spiritual achievement. Interms of continuing influence Muhammad, the Prophet of Islam, must be placed high on the list of those who have shaped the world. Surely it contours would be markedly different had he not been." Jika seorang profesor non-Muslim, James E. Royster, dari Cleveland University, USA, saja mengakuinya dengan kejujuran ilmiah seperti kutipan ini, apalagi bagi umat Islam, tentu tidak ada alasan untuk tidak mengenal ajaran-ajaran kecerdasan spiritual Nabi tercintanya sebagaimana yang tergambarkan dalam buku yang mencerahkan ini.
Prof. H. Abdurrahman Mas?ud, Ph.D., Alumni Madrasah Qudisyah Kudus, dan UCLA, AS
Buku ini merupakan sebuah usaha untuk memuja Nabi Muhammad saw. secara kreatif dan cerdas, dengan melihat kemungkinan mengangkat satu aspek kehidupannya yang dapat dipakai untuk membangkitkan sebuah kesadaran tentang ?makna?.
-Prof. Dr. H. Machasin, M.A, Guru Besar UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta
Berdasarkan temuan-temuan ilmiahnya, manusia kian menyadari pentingnya kecerdasan spiritual (SQ) dalam ranah kehidupannya sebagai manusia, bahkan di atas pentingnya kecerdasan intelektual (IQ) dan kecerdasan emosional (EQ). Sebab hanya SQ yang bisa mengobati beragam penyakit jiwa akibat krisis multidimensi di masa kini seperti krisis eksistensi (existential crisis), krisis spiritual (spiritual crisis) dan krisis makna. SQ adalah jenis kecerdasan tertinggi yang mampu memecahkan persoalan makna dan nilai, dengan menempatkan perilaku dan hidup kita dalam khazanah makna yang lebih luas dan kaya.
Sayangnya, sampai saat ini, model SQ yang kita kenal masih mengutamakan faktor biologis dan psikologis, cenderung semata berorientasi pada hubungan antar manusia, seperti analisis seputar ?God-Spot? (Titik-Tuhan) pada otak manusia. Padahal, sebagai puncak eksis-tensi kecerdasan manusia, SQ terutama harus mampu menjadi jembatan emas menuju nilai-nilai ilahiah atau transendental: relasi manusia dengan Tuhan.
Buku ini hadir dalam upaya menyajikan totalitas SQ yang berkarakter antroposentris (hubungan antar manusia) dan sekaligus teosentris (hubungan manusia dengan Tuhan), dengan merujuk model dan strategi kecerdasan spiritual Nabi Muhammad saw. Jika Anda tertarik meneladani integritas SQ Nabi, buku inilah yang akan menuntun Anda untuk mengaplikasikannya di era kontemporer ini.

