"Gimana Kabarmu, Nak? Masih Enak Zamanku, Tho?'

Rp 60.000
Rp. 48.000

“Seperti kebanyakan orang Indonesia, saya tidak begitu peduli masalah pemimpin dan politik. Siapa pun pemimpinnya, partainya, sudahlah itu biar jadi urusan orang-orang hebat itu. Saya lebih peduli tentang harga yang meroket, lapangan pekerjaan yang seret, sekolah yang mahal, atau biaya berobat yang selangit. Saya hanya ingin hidup tentram dan makmur. Titik!”
@edi_akhiles, kandidat doktor di Pascasarjana UIN Sunana Kalijaga Yogyakarta.

Pernahkah Anda melihat gambar Pak Harto dengan tulisan gede-gede di bak truk yang berbunyi, “Gimana kabarmu, Nak, masih enak zamanku, tho?”
Itulah ekspresi kebosanan sebagian besar rakyat negeri ini terhadap kenyataan hidup yang kian sulit. Harga yang meroket, sekolah yang mahal, biaya berobat yang tak terjangkau tangan-tangan lemah, hingga sulitnya mendapatkan pekerjaan yang layak.
Bosan!
Reformasi 1998—yang menggaungkan iklim politik demokratis—yang diharapkan akan lebih memakmurkan kehidupan rakyat ternyata tak sesuai harapan. Walau silih berganti pemimpin yang tampil, namun runyakan masalah keseharian yang bersinggungan langsung dengan kehidupan riil rakyat tetap saja terasa rumit.
Karenanya, tak heran jika rakyat yang tak begitu peduli terhadap sistem politik apa, siapa pemimpinnya, dan partainya apa, begitu merindukan era Pak Harto yang bagi mata rakyat berjalan dengan tenang, pembangunan pesat, harga terjangkau, dan sebagainya.
Lepas dari segala kekurangan Pak Harto sebagai pemimpin dan manusia biasa, nyata benar betapa yang dirindukan rakyat hari ini hanyalah kehidupan yang tentram dan makmur. Jangan salahkan rakyat bila kemudian rakyat menoleh ke belakang, ke era Pak Harto, yang mampu memberikan kehidupan tentram dan makmur itu.
Inilah tantangan paling serius para pemimpin republik ini: memberikan kehidupan yang tentram dan makmur bagi rakyat.
Itu saja!

Rincian buku:

Penulis : Wirianto Sumartono
Penerbit : Laksana
Tahun terbit : 2018
ISBN : 978-602-407-322-0

Buku Terkait

Kaka Alvian Nasution
Rp 58.000

Mahbub Djunaidi
Rp 130.000

Masykur Arif Rahman
Rp 75.000

Khairi Syekh Maulana Arabi
Rp 50.000

Laela Nurisysyafa'ah
Rp 55.000

Agus Nur Cahyo
Rp 60.000