Cerita yang mengalir… adegan-adegan yang menyentuh… paparan narasi yang cerdas dan menggetarkan… perjuangan sang tokoh yang dramatis…. Hadir dalam novel yang satu ini!***Ketika terjadi gempa yang melanda daerahnya, Hafiz yang terjepit di antara reruntuhan bangunan berhasil diselamatkan oleh Engku Rajab. Dan, Engku Rajab jugalah yang akhirnya merawat Hafiz hingga remaja. Ayah ibunya sendiri meninggal pada saat itu. Hafiz adalah seorang anak yang patuh dan menerima kehidupan sederhana yang Engku Rajab hadirkan. Ketika ia menginjak usia 13 tahun, ia dikenalkan Engku Rajab dengan Buya Khatib, seorang ulama kenamaan yang mempunyai banyak santri. Kepadanyalah ia belajar agama, di samping kesibukannya sekolah di MTs dan membantu Engku Rajab di sawah.Pada suatu hari, Hafiz menemukan sebuah foto lusuh di balik tempat tidurnya di rumah Engku Rajab, foto yang akhirnya ia ketahui dari Tuk Malik (tetangganya) bahwa ternyata ia masih memiliki seorang paman (mamak). Namun, ia sendiri tidak pernah diberi tahu oleh Engku Rajab.Lantas, kenapa sang Engku tidak berterus terang kepadanya? Benarkah hal itu karena permintaan pamannya yang memiliki masa lalu buruk dan ada hubungannya dengan kematian ayahnya? Siapa pula sang Engku sebenarnya? Kenapa ia tak menikah hingga akhir hayatnya?Sungguh inilah novel yang banyak mengajarkan tentang persahabatan, ketulusan, pengorbanan untuk sesama, penyesalan terhadap kesalahan, sikap pasrah dan menerima. Selamat membaca!Selling Point:“Sebuah novel Islami yang sarat dengan nilai-nilai moral, dibangun dengan alur cerita yang menarik, jelas, dan penuh kejutan. Sebuah karya yang memoles dakwah dan sastra dengan sangat baik. Bacaan yang bagus.”Dr. Harjani Hefni, M.A., penulis buku best-seller ‘The 7 Islamic Daily Habits’.“…Novel ini tersusun dengan gaya bahasa yang bagus dan alur cerita yang mengalir serta penyajian yang enak dibaca. Selain gaya tuturnya yang lancar, kekuatan novel ini juga terletak pada karakter masing-masing tokoh yang nyata. Buku yang layak dibaca.”Ahmad Alim M.A., kandidat doktor UIKA.“Cerita yang menarik dan mengalir, juga enak dibaca. Menambah khazanah dan kesegaran sastra bernuansa Islami di Indonesia.”Helvy Tiana Rosa, sastrawan dan dosen UNJ.Ia yang Dituntun Rahasia Cahaya Hidup