Aku Mendengarmu, Istanbul

Rp 60.000
Rp. 48.000

Kami mempunyai cinta yang sama kepada tanah kelahiran yang harus dibela. Entah menurut Anda, tentu semuanya berbeda memaknai cinta kepadanya. Yang kami tahu, makna cinta adalah cara bertaruh nyawa dan darah. Tanpa darah, cinta kepada tanah kelahiran adalah cerita fiksi.
***
Melihat latar belakangnya dari perspektif Geerztian, Sujibto berlatar belakang santri, tetapi dia mampu memotret ragam peristiwa keseharian masyarakat Turki yang secara formal sekuler itu, ke dalam cerpen-cerpennya. Ada kekayaan khazanah di dalamnya, ada nilai-nilai universal yang tampaknya hendak dia tinggalkan dari seluruh cerpennya, tanpa terasa menggurui. Dia menulis cerpen dengan baik. Kalaupun harus menyebut kelemahannya, para pembaca memang harus dipaksa membaca secara sabar untuk pada akhirnya bisa memahami cerpen-cerpen Sujibto. Akhirnya, selamat menikmati labirin Turki dari ?stanbul, kisah-kisah unik dalam cerpen-cerpen Sujibto. Dr. M Alfan Alfian Mahyudin (Ketua Jurusan Pascasarjana Ilmu Politik Universitas Nasional Jakarta)

Rincian buku:

Penulis : Bernando J. Sujibto
Penerbit : Diva Press
Tahun terbit : 2018
ISBN : 978-602-391-650-4
Halaman : 260

Buku Terkait


Frida Kurniawati, dkk
Rp 45.000
Rp 33.750

Danarto
Rp 100.000
Rp 75.000

Lugina W.G.
Rp 60.000
Rp 45.000

Hamsad Rangkuti
Rp 70.000
Rp 52.500

Mulyadi Al-Gunsary dkk.
Rp 45.000
Rp 33.750

Jazim Naira Chand dkk.
Rp 50.000
Rp 37.500