Sejak pertengahan tahun 1950-an, argumen “God of the Gaps” telah digulung di ketiak para ateis dalam setiap perbincangan ilmu pengetahuan alam. Tuhan tidak lagi menjadi penjelas ketika sains gagal mengurai suatu fenomena. Lalu, diskursus menyempit pada satu persoalan besar yang menggebrak iman: apakah asal-usul alam semesta benar-benar memerlukan campur tangan Tuhan atau tidak? Dalam pertarungan ide yang tengil itu, segenap argumen dipertaruhkan secara habis-habisan. Batas antara iman dan sains pun semakin nanar. Percaturan sains kini tidak lagi diperuntukkan bagi pemula. Tetapi, penulis buku ini punya ritmenya sendiri. Dengan integrasi temuan ilmiah terkini dalam ilmu fisika dan biologi, ia berhasil melakukan serang-balik secara agresif. Sains, menurutnya, tidak dapat dipisahkan dari pertanyaan-pertanyaan metafisik dan teleologis. Dogma-dogma ilmiah yang angkuh mengabaikan eksistensi Tuhan kini babak belur di sepanjang buku ini. Serangkaian argumen tak kenal ampun dilesatkan oleh penulis hingga mengoyak teori-teori ilmiah konvensional dan pandangan naturalisme yang tak sanggup menjelaskan keajaiban luar biasa ihwal keteraturan dan kompleksitas alam semesta. Inilah dia, “batu karang iman”: tempat kepala-kepala ateisme hancur lebur dan berkeping-keping.
| Penulis | : | Yahya Muhammad |
|---|---|---|
| Penerbit | : | IRCiSoD |
| Tahun terbit | : | 2026 |
| ISBN | : | - |
| Halaman | : | 748 |
Dr. Fu’ad Farid Isma’il & Dr. Abdul Hamid Mutawalli
Rp 70.000 25%
Rp 52.500