Apa yang membuat suatu tindakan dinilai baik atau buruk, terpuji maupun tercela? Melalui Dasar-Dasar Filsafat Moral, Adam Smith menelusuri berbagai sistem pemikiran yang pernah dikembangkan untuk menjawab persoalan mendasar tersebut. Ia mengkaji teori-teori yang menempatkan kebajikan pada kepatutan, kebijaksanaan, dan kebaikan hati, sekaligus mengkritik sistem-sistem permisif yang cenderung mengaburkan batas antara kebajikan dan kejahatan. Dengan pendekatan historis dan analitis, ia tidak sekadar merangkum pandangan para filsuf sebelumnya, melainkan memperlihatkan bagaimana setiap sistem moral berakar pada pemahaman tertentu tentang kodrat dan kecenderungan manusia. Di sini, dibahas pula asal-usul penilaian moral melalui telaah atas berbagai teori mengenai prinsip aprobasi. Ia membandingkan pandangan yang menurunkan penilaian moral dari cinta diri, akal budi, dan sentimen, lalu menunjukkan peran sentral simpati sebagai dasar kemampuan manusia untuk menilai tindakan dan karakter. Ia menolak gagasan tentang adanya kepekaan moral sebagai fakultas tersendiri, dan menegaskan bahwa penilaian moral tumbuh dari pengalaman afektif dan imajinatif manusia dalam kehidupan bersama. Uraian selanjutnya diarahkan pada persoalan kaidah-kaidah praktis moralitas dan cara aturan-aturan tersebut dirumuskan. Ia membedakan antara etika, yurisprudensi, dan kasuisme, serta mengkritik upaya para kasuis yang ingin menggantikan kehalusan pertimbangan moral dengan aturan kaku dan perhitungan sempit. Baginya, kebajikan tidak dapat direduksi menjadi kepatuhan mekanis terhadap kaidah, melainkan menuntut kepekaan, kebijaksanaan, dan penilaian kontekstual.
| Penulis | : | Adam Smith |
|---|---|---|
| Penerbit | : | IRCiSoD |
| Tahun terbit | : | 2026 |
| ISBN | : | - |
| Halaman | : | 152 |
Dr. Fu’ad Farid Isma’il & Dr. Abdul Hamid Mutawalli
Rp 70.000 25%
Rp 52.500