Empat Arketipe

Rp 65.000 20%
Rp. 52.000

Carl Gustav Jung meyakini bahwa ketidaksadaran tak hanya tempat persembunyian iblis-iblis, namun juga tempat berdirinya kerajaan malaikat-malaikat dan utusan-utusan rahmat, yang ia sebut sebagai “arketipe”, semacam simbol segala kekuatan batin yang mewujudkan kesatuan, kesehatan, keutuhan hidup, dan perkembangan kesadaran yang bermakna. Jung menemukan “arketipe” bukan dalam ketidaksadaran personal yang, menurut Freud, fungsinya hanyalah tempat menampung hal-hal yang direpresi dan dilupakan oleh individu, melainkan dalam ketidaksadaran kolektif yang, menurut Jung, berada di lapisan ketidaksadaran yang lebih dalam daripada ketidaksadaran personal, dan isinya adalah arketipe-arketipe.

Arketipe merujuk pada imago Dei (citra Tuhan) dalam diri manusia. Dan, “anehnya”, arketipe dapat ditransformasikan dari ketidaksadaran menjadi formula sadar, yaitu dalam bentuk-bentuk ajaran esoteris. Hal ini dapat kita lihat, misalnya, dalam ajaran-ajaran masyarakat tradisional. Ajaran-ajaran ini sesungguhnya adalah ekspresi yang khas untuk menyampaikan isi kolektif yang asalnya dari ketidaksadaran. Selain itu, ekspresi arketip lainnya adalah mite dan dongeng-dongeng kebijaksanaan yang telah diwariskan dari generasi ke generasi. Dengan demikian, istilah “arketipe” hanya diterapkan secara tak langsung pada “representasi kolektif”, karena istilah tersebut hanya menunjukkan isi-isi psikis yang belum tunduk pada elaborasi kesadaran, dan karenanya adalah datum langsung pengalaman psikis.

Rincian buku:

Penulis : Carl G. Jung
Penerbit : IRCiSoD
Tahun terbit : 2020
ISBN : 9786237378860
Halaman : 232

Buku Terkait


Wirianto Sumartono
Rp 60.000 20%
Rp 48.000

Nur Khalik Ridwan
Rp 60.000 20%
Rp 48.000

Dr. Gun Gun Heryanto, M.Si
Rp 150.000 20%
Rp 120.000

Turkish Spirits
Rp 70.000 20%
Rp 56.000

Michael H. Hart
Rp 140.000 %
Rp 140.000

Kaka Alvian Nasution
Rp 58.000 25%
Rp 43.500