Max Weber melalui Etika Protestan dan Spirit Kapitalisme mengajak pembaca untuk turut menelusuri hubungan mendalam antara etika keagamaan dan pembentukan kapitalisme modern di Barat. Ia menunjukkan bahwa gagasan-gagasan religius tertentu dalam Protestanisme—terutama konsep panggilan (Beruf/calling), kerja yang disiplin, dan askese duniawi—telah membentuk suatu etos hidup rasional yang berpengaruh besar terhadap cara manusia bekerja, menabung, dan mengelola kehidupan sehari-hari. Dengan pendekatan sosiologis-historis, ia menempatkan keyakinan religius bukan sebagai latar pasif, melainkan sebagai kekuatan yang aktif dalam proses sejarah. Ia memperlihatkan bagaimana asketisme Protestan, khususnya dalam Calvinisme, Pietisme, Metodisme, dan sekte-sekte Baptis, mendorong sikap hidup yang menilai kerja tekun, pengendalian diri, serta perolehan yang sah sebagai kewajiban moral. Keselamatan tidak dicari melalui kenikmatan atau ritual magis, melainkan melalui kehidupan yang tertib, metodis, dan rasional di dalam dunia. Dari pola inilah lahir apa yang disebutnya sebagai spirit kapitalisme. Pada akhirnya, ia juga menyoroti ironi modernitas: dorongan religius yang semula berakar pada pencarian makna transendental perlahan memudar, sementara struktur rasional yang ditinggalkannya justru bertahan dan mengeras. Etos kerja dan disiplin yang dahulu berfungsi sebagai sarana pembuktian iman kini hidup mandiri sebagai keharusan sosial, bahkan ekonomi. Dengan demikian, buku ini tidak hanya membantu memahami asal-usul kapitalisme Barat, tetapi juga membuka refleksi kritis tentang kondisi manusia modern yang hidup di bawah tuntutan rasionalitas yang kian tak terelakkan.
| Penulis | : | Max Weber |
|---|---|---|
| Penerbit | : | IRCiSoD |
| Tahun terbit | : | 2026 |
| ISBN | : | - |
| Halaman | : | 276 |