Di zaman dengan percepatan teknologi yang membabi buta, pergeseran nilai, kaburnya kebenaran, perbandingan diri yang menjadi tren, serta tumpukan sampah dan kebisingan informasi digital, manusia hari ini dilanda kegelisahan eksistensial dan kecemasan hidup yang akut. Sebagian bahkan kehilangan pijakan, menyerah, dan akhirnya memilih mengakhiri hidup. Padahal, persoalannya bukan karena kegelisahan itu sendiri—selama manusia hidup, kegelisahan akan selalu menyertai—namun bagaimana cara memahami dan menyikapinya. Filsafat tidak mengusir kegelisahan. Ia justru hadir untuk terus-menerus menyuguhkan kegelisahan. Namun, kegelisahan yang dihadirkan filsafat hanyalah jalan yang perlu kita tempuh untuk menemukan pencerahan dan makna dengan sikap berani, rasional, dan jujur. Filsafat tidak mengajarkan untuk mengingkari dan menyangkal adanya penderitaan dan kegelisahan. Sebaliknya, filsafat mendorong untuk mengafirmasinya, memeluknya, merefleksikannya, dan mengajaknya berdialog secara intim untuk menemukan makna dan nilai berharga di baliknya. Maka, buku ini bukanlah ajakan untuk melarikan diri dari kegelisahan, melainkan ajakan untuk mengolahnya menjadi kesadaran, kesadaran menjadi kebijaksanaan, dan kebijaksanaan menjadi cara hidup yang bermakna. Di sanalah filsafat berhenti menjadi sekadar pemikiran. Ia menjadi kehidupan itu sendiri.
| Penulis | : | Muhammad Muhibbuddin |
|---|---|---|
| Penerbit | : | IRCiSoD |
| Tahun terbit | : | 2026 |
| ISBN | : | - |
| Halaman | : | 292 |
Dr. Fu’ad Farid Isma’il & Dr. Abdul Hamid Mutawalli
Rp 70.000 25%
Rp 52.500