Filsafat kritis lahir sebagai antitesis terhadap dogmatisme yang membelenggu nalar sejak era Aufklarung. Melalui Immanuel Kant, persoalan mendasar pun bergeser: bagaimana pengetahuan dimungkinkan, bagaimana akal bekerja, dan di mana batasnya. Dari titik inilah buku ini menelusuri perjalanan filsafat kritis, dari kritik atas rasio hingga menjadi perangkat untuk membongkar ketidakadilan struktural dalam masyarakat modern. Selanjutnya, ulasan buku menelusuri pertarungan gagasan dari idealisme Hegel dan materialisme Karl Marx hingga kritik Mazhab Frankfurt dan rasionalisme kritis Karl Popper. Pada titik inilah filsafat kritis menunjukkan daya gigitnya. Ia memasuki wilayah yang kerap luput dari kesadaran—menguji asumsi, melacak ideologi dalam budaya populer, lalu mempertanyakan rasionalitas instrumental ketika kemajuan teknokratis dibayar dengan penundukan manusia. Buku ini menahbiskan dirinya sebagai panduan filsafat kritis yang tidak berhenti pada pemikiran para tokohnya, tetapi juga menguraikan metode praktis dari masing-masing pemikiran. Dengan memadukan dialektika, analisis premis tersembunyi, dan refleksi diri, buku ini membekali pembaca dengan perangkat untuk menguji fakta, membongkar hoaks, dan melawan manipulasi opini. Inilah panduan bagi siapa pun yang hendak merebut kembali kebebasan berpikir dan mempertajam daya kritis.
| Penulis | : | Rizem Aizid |
|---|---|---|
| Penerbit | : | IRCiSoD |
| Tahun terbit | : | 2026 |
| ISBN | : | - |
| Halaman | : | 348 |
Dr. Fu’ad Farid Isma’il & Dr. Abdul Hamid Mutawalli
Rp 70.000 25%
Rp 52.500