Buku ini memetakan filsafat pendidikan Gus Dur sebagai sintesis antara tradisi pesantren, modernitas, dan pengalaman kebinekaan Indonesia. Ayu Lestari menelusuri akar intelektual, jejaring sosial, serta keberanian pemikiran Gus Dur dalam menempatkan humanisme, pluralisme, dan pembebasan sebagai landasan pendidikan yang memuliakan martabat manusia sekaligus relevan bagi pembaruan pendidikan Indonesia kontemporer. Melalui pembahasan mengenai neo-modernisme, multikulturalisme, perdamaian, dan integrasi ilmu, buku ini menunjukkan pendidikan sebagai ruang dialog kritis yang membentuk manusia merdeka. Pesantren ditempatkan sebagai model pengembangan kurikulum yang organik, pemberdayaan masyarakat, serta pembentukan guru sebagai agen transformasi sosial yang mampu menjawab tantangan globalisasi, komersialisasi, dan radikalisme digital melalui pendekatan yang inklusif dan berkelanjutan. Dengan menghadirkan dialog bersama Dewey, Freire, Cak Nur, dan Azyumardi Azra, buku ini menegaskan kontribusi khas Gus Dur bagi pendidikan abad ke-21. Pembaca diajak memandang pendidikan sebagai jalan untuk membangun karakter, memperkuat literasi media, menumbuhkan kemandirian ekonomi, dan meneguhkan kebinekaan, sehingga warisan pemikiran Gus Dur tetap hidup dalam ruang kelas, pesantren, dan kebijakan nasional menuju masa depan Indonesia yang demokratis.
| Penulis | : | Ayu Lestari |
|---|---|---|
| Penerbit | : | DIVA Press |
| Tahun terbit | : | 2026 |
| ISBN | : | - |
| Halaman | : | 172 |