Di tengah pergulatan identitas, arah pendidikan, dan masa depan bangsa, Mohammad Natsir hadir sebagai figur yang menyatukan pemikiran, tindakan, dan komitmen kebangsaan. Melalui buku ini, kita diajak membaca kembali warisan intelektualnya dalam kerangka besar pembangunan peradaban Indonesia—bagaimana pendidikan, moralitas publik, dan keutuhan negara dipahami sebagai satu kesatuan tak terpisahkan. Patriotismenya tidak berhenti pada gagasan, tetapi terwujud dalam langkah strategis, seperti Mosi Integral, yang mengokohkan bentuk Negara Kesatuan Republik Indonesia pada masa yang sangat menentukan. Melalui penelusuran riwayat hidup, genealogi keilmuan, karya-karya, serta perjuangannya membangun institusi pendidikan, buku ini menunjukkan bahwa ia melihat pendidikan sebagai proyek jangka panjang pembentukan manusia dan bangsa. Konsep ilmu, adab, metode pendidikan, serta relasi antara guru, murid, dan masyarakat ditempatkan dalam visi lebih luas, yaitu membangun karakter kolektif yang menopang kehidupan bernegara. Dalam pandangannya, kekuatan republik tidak hanya bertumpu pada struktur politik, tetapi pada kualitas manusia yang dibentuk melalui pendidikan. Pada lapisan yang lebih luas, buku ini merefleksikan relevansi pemikirannya terhadap tantangan pendidikan modern—krisis integritas, fragmentasi ilmu, hingga tekanan globalisasi. Gagasannya ditawarkan bukan sebagai nostalgia historis, melainkan sebagai kerangka moral dan intelektual untuk membaca ulang arah Indonesia ke depan. Dengan demikian, karya ini mengajak pembaca melihat pendidikan dan kenegaraan sebagai proyek peradaban yang saling menguatkan—membangun manusia beradab sekaligus menjaga makna kemerdekaan.
| Penulis | : | Fakhri Nurzaman |
|---|---|---|
| Penerbit | : | DIVA Press |
| Tahun terbit | : | 2026 |
| ISBN | : | - |
| Halaman | : | 174 |