Nietzsche mengkritik sistem pendidikan Jerman dengan analisis mendalam, dengan menunjukkan bahwa perluasan pendidikan ke seluruh lapisan masyarakat justru melemahkan budaya sejati. Sekolah negeri mengabaikan disiplin bahasa, mengasingkan filsafat dan seni Yunani, serta menjadikan pendidikan alat kekuasaan negara. Semangat Jerman asli yang bersumber dari reformasi dan musik tidak lagi menemukan tempat di institusi pendidikan modern. Universitas berperan hanya sebagai lanjutan dari sekolah negeri yang bermasalah. Mahasiswa diberikan kebebasan akademis tanpa bimbingan guru-guru besar, membuat mereka tersesat mencari budaya sejati. Akibatnya, muncul generasi yang bingung, penuh keraguan, bahkan berubah menjadi penentang budaya karena tidak ada yang mengarahkan mereka ke jalan yang benar. Pembaruan pendidikan membutuhkan keberanian radikal: mengembalikan filsafat Yunani dan seni ke pusat kurikulum, membangun lembaga yang mengajarkan disiplin dan kepatuhan pada nilai-nilai tertinggi manusia. Hanya melalui hierarki spiritual, ketika pemimpin mulia dan pengikut setia bersatu dalam tujuan bersama, budaya dapat lahir dan berkembang dengan kokoh. Inilah tantangan besar yang Nietzsche tujukan kepada generasi masa depan untuk mengubah nasib pendidikan Jerman.
| Penulis | : | Nietzsche |
|---|---|---|
| Penerbit | : | IRCiSoD |
| Tahun terbit | : | 2026 |
| ISBN | : | - |
| Halaman | : | 164 |
Dr. Fu’ad Farid Isma’il & Dr. Abdul Hamid Mutawalli
Rp 70.000 25%
Rp 52.500