Raden Ajeng Kartini hidup di sebuah zaman yang tidak mudah, apalagi sebagai perempuan. Sebagai anak dari seorang priyayi, ia memang memiliki akses terhadap pendidikan. Namun, ia juga tidak dapat menutup mata begitu saja dengan keadaan di sekitarnya. Budaya yang sangat patriarkis dan feodal, ditambah kekuasaan pemerintah Kolonial Belanda, membuat akses pendidikan untuk pribumi sangat sulit. Buku ini berusaha menyusun kembali pemikiran-pemikiran Kartini sehingga ketika membacanya, dapat dimaknai sebagai bagian dari tradisi filsafat pendidikan. Ia selain menentang beberapa tradisi feodal yang mengakar, memperjuangkan emansipasi perempuan, juga menyebarkan pemahaman tentang pentingnya pendidikan. Semoga melalui buku ini, pembaca dapat melihat Kartini dengan cara yang lebih utuh, bukan hanya sebagai sosok yang dirayakan hari lahirnya setiap tanggal 21 April. Suara Kartini masih relevan untuk didengar, dipahami, dan dilanjutkan. Sebab pada akhirnya, perjuangannya belum selesai. Ia hanya telah memulainya.
| Penulis | : | Utami Pratiwi |
|---|---|---|
| Penerbit | : | DIVA Press |
| Tahun terbit | : | 2026 |
| ISBN | : | - |
| Halaman | : | 162 |