Hujan Pertama untuk Aysila (kumcer)

Rp 40.000
Rp. 30.000

Suara kecil dari balik jendela kafe yang terkuak di sebelah kursi Aysila itu terdengar begitu lamat. Nyaris punah ditelan bising hujan. Suara yang amat dikenal Asyila dengan baik, yang begitu karib dengan hari-harinya.
Setelah diam beberapa jenak untuk berpikir, Aysila menjulurkan kedua lengannya ke luar jendela, memenuhi pinta suara yang lirih itu. Ia biarkan tubuhnya ditarik dari luar dan hinggap sempurna dalam pelukan tubuh yang hangat itu.
Hujan kian mengendur. Hujan kian menyusut. Tapi tidak dengan sepasang kelopak mata Aysila yang katup. Air hangat yang tak lagi sanggup dibendung tanggul hatinya yang kian nganga dibabat luka begitu deras menetas di pematang matanya. Berjatuhan ke pipinya, lalu sebagiannya hinggap ke dagu dan lehernya, dan sebagian lainnya jatuh ke tanah, larut bersama air hujan, kemudian lesat entah ke mana†¦.
****
Inilah kumpulan cerpen terbaru Edi AH Iyubenu (Edi Akhiles), yang sebagiannya telah dipublikasikan di media massa seperti Horison dan Suara Merdeka. Membaca buku ini laksana menatap dalam-dalam sebuah lukisan orang hidup yang penuh misteri; sedih yang begitu pilu, sepi yang sangat senyap, hingga hidup yang terasa telah mati.


Edi AH Iyubenu, cerpenis dan essais yang kandidat doktor Islamic Studies ini dimasukkan ke dalam Angkatan Sastra 2000 oleh Korrie Layun Rampan. Buku kumcernya Ojung (2000) dan Penjaja Cerita Cinta (2014). Buku non fiksinya, di antaranya Andai Aku Jalan Kaki, Masihkah Engkau Selalu Ada Untukku (2010).

Rincian buku:

Penulis : Edi AH Iyubenu
Penerbit : Diva Press
Tahun terbit : 2015
ISBN : 978-602-7695-88-7
Halaman : 184

Buku Terkait


Musdalifah
Rp 40.000
Rp 30.000

Frida Kurniawati, dkk
Rp 45.000
Rp 33.750

Nadine T
Rp 45.000
Rp 33.750

Danarto
Rp 92.000
Rp 69.000

Dhamala Shobita (KF)
Rp 60.000
Rp 45.000

Edi AH Iyubenu
Rp 40.000
Rp 30.000