Buku ini menggebrak fondasi etika: etika bukan adat, bukan kalkulasi untung-rugi, dan bukan kumpulan aturan kosong. Ia sistem hidup yang berakar pada rasionalitas dan afektivitas, sekaligus mengikat dan menilai—mencakup tindakan lahiriah serta niat batiniah—sehingga nilai dan kewajiban tidak bisa dikosongkan dari realitas. Buku ini membongkar reduksi moral menjadi sekadar proyeksi psikologis/sosial, lalu menegaskan moral sebagai fakta rasional apriori yang ditangkap oleh akal lewat intuisi dan kesadaran. Dari situ ia membedah Kant: kewajiban rasional murni itu kuat, tetapi formalismenya perlu dikoreksi agar lentur menghadapi benturan kewajiban; bahkan “keharusan demi kebaikan” ditegakkan agar norma terhubung dengan kemaslahatan dan mampu memandu konflik nilai di dunia nyata. Puncaknya, buku ini menolak mitos netralitas sains: praktik ilmiah mensyaratkan nilai apriori seperti kejujuran dan amanah, sehingga etika menjadi prasyarat bagi pengetahuan, bukan pelengkap belaka. Intuisi moral diposisikan sebagai fondasi yang mendahului sains dan agama; etika pun dipetakan menjadi dua lingkaran—etika perilaku dan etika batin—untuk membentuk standar pengatur yang kokoh bagi manusia.
| Penulis | : | Yahya Muhammad |
|---|---|---|
| Penerbit | : | IRCiSoD |
| Tahun terbit | : | |
| ISBN | : | - |
| Halaman | : | 246 |
Dr. Fu’ad Farid Isma’il & Dr. Abdul Hamid Mutawalli
Rp 70.000 25%
Rp 52.500