Bertahun-tahun hatiku mencari Cermin Dunia dariku. Apa yang ia miliki sendiri, ia cari dari orang asing. Hafez, Divan: Ghazal 142 Mengapa kita kerap gagal paham terhadap Iran? Selama ini, pandangan kita sering kali terhalang oleh "cadar prasangka", sebuah stigma monolitik yang hanya menampilkan wajah otoriter dan debu konflik. Kita melihat Iran melalui lubang kunci berita yang sempit, hingga lupa bahwa di baliknya berdenyut kehidupan manusia, budaya, dan peradaban yang akarnya tertanam selama ribuan tahun. Dalam ritme sejarah Iran, dari trauma kolonial, pengkhianatan janji revolusi, hingga jerit pembebasan Generasi Z, kita sebenarnya sedang melihat pantulan yang tidak asing. Dinamika di tanah Persia bukan sekadar urusan "orang lain". Ia adalah cermin jernih bagi kita di Indonesia untuk menakar kembali arti kedaulatan, martabat, dan cara sebuah bangsa bergelut dengan modernitas tanpa kehilangan jiwanya. Buku ini mengajak kita melampaui narasi global untuk menemukan detak jantung manusia yang menolak padam di tengah isolasi. Sebuah perjalanan intelektual yang membumi, jernih, dan sangat relevan bagi siapa pun yang merindukan pemahaman melampaui stigma.
| Penulis | : | Wisnu Yudha Wardana |
|---|---|---|
| Penerbit | : | IRCiSoD |
| Tahun terbit | : | 2026 |
| ISBN | : | - |
| Halaman | : | 172 |