Dalam buku ini, Forbes menuliskan praktik-praktik sosial-budaya dan ekologis masyarakat Sumatera dan Jawa pada 1878–1883. Misalnya, ia mengungkap pembukaan lahan di era dulu dengan tebang-bakar yang hanya dipakai singkat lalu ditinggalkan—salah satu penyebab rusaknya hutan perawan. Di Lampung, ia menguraikan sistem marga, peran Balai sebagai pusat sosial, ekonomi lada dan damar, pola perkawinan, dan kepercayaan terhadap roh hutan yang tetap hidup berdampingan dengan Islam. Termasuk pula, ia mengungkap misteri suku Kubu di Sumatra dan suku Kalang di Jawa; fenomena latah di Kosala; mekanisme sumpah atas nama leluhur dan dewa untuk menyelesaikan sengketa; dan lain-lainnya. Dalam kajian alam, Forbes merinci flora dan fauna—dari tumbuhan yang bersimbiosis dengan semut hingga burung, mamalia, dan spesies langka lainnya. Ia sangat mengapresiasi pengetahuan penduduk lokal dalam memerikan fauna dan flora, bahkan dianggapnya setara dengan klasifikasi ilmiah Eropa, yang menjadi fondasi penting bagi penelitiannya. Dan, kita patut berterima kasih kepada Forbes karena, dengan usahanya yang penuh kesusahan ini, kita bisa kembali melihat alam kosmik dari leluhur kita di masa lampau, serta fauna-flora dan bentang alam di masa itu.
| Penulis | : | Henry O. Forbes |
|---|---|---|
| Penerbit | : | IRCiSoD |
| Tahun terbit | : | 2026 |
| ISBN | : | - |
| Halaman | : | 382 |