Dalam sejarah perjuangan Indonesia, rasanya sosok Jenderal Sudirman jadi terasa relevan untuk kembali dihadirkan. Di tengah kondisi fisik yang lemah akibat penyakit TBC, ia tetap memimpin perang gerilya dari hutan ke hutan, bahkan harus ditandu oleh pasukannya. Ketika alasan untuk berhenti begitu masuk akal, sang jenderal justru memilih untuk bertanggung jawab. Kisah ini menunjukkan bahwa kepemimpinan bukan semata soal jabatan, strategi, atau kemenangan di medan perang. Dalam diri Jenderal Sudirman, kepemimpinan adalah soal tanggung jawab dan pengorbanan. Ia mengingatkan kita bahwa kepemimpinan bukan tentang seberapa tinggi seseorang berdiri, melainkan seberapa jauh ia bersedia melangkah demi orang lain, bahkan ketika langkah itu terasa menyakitkan. Karena bangsa ini, dulu dan sekarang, selalu membutuhkan lebih dari sekadar penguasa. Kita membutuhkan pemimpin yang tidak hanya berani melawan penjajah asing, tetapi juga lebih berani lagi melawan dirinya sendiri.
| Penulis | : | El Setyasuya |
|---|---|---|
| Penerbit | : | DIVA Press |
| Tahun terbit | : | 2026 |
| ISBN | : | - |
| Halaman | : | 164 |