Dalam dunia yang dikuasai adat, hukum, dan kuasa manusia, selalu ada jiwa-jiwa yang menolak tunduk. Mereka disebut sesat, pendosa, pembangkang, bahkan pengkhianat. Namun, di balik tuduhan itu, Kahlil Gibran menghadirkan manusia-manusia yang hanya ingin setia pada kebenaran batinnya. Rose Hanie menggugat pernikahan tanpa cinta, para korban pengadilan Sang Amir membongkar wajah keadilan yang kejam, dan Khalil berdiri melawan kekuasaan yang menindas kaum lemah. Lewat bahasa yang indah dan menyala, Jiwa-Jiwa Pemberontak menyusuri luka manusia yang terkurung oleh aturan, lalu mencari jalan menuju cahaya kebebasan. Di dalamnya, cinta berbicara melawan kepalsuan, nurani berdiri di hadapan penghakiman, dan jiwa-jiwa yang dianggap tersesat justru tampil sebagai saksi keberanian. Ini adalah kisah tentang mereka yang memilih kehilangan tempat di mata dunia, demi tetap utuh di hadapan ke
| Penulis | : | Kahlil Gibran |
|---|---|---|
| Penerbit | : | DIVA Press |
| Tahun terbit | : | 2026 |
| ISBN | : | - |
| Halaman | : | 116 |