Tahun 1817, Kepulauan Maluku tidak lagi sama. Kembalinya kekuasaan Belanda membawa awan gelap bagi rakyat di Kepulauan Rempah. Monopoli yang mencekik, kerja paksa yang menghina martabat, ekstirpasi dan Pelayaran Hongi, serta ketidakadilan yang merajalela memicu bara di hati seorang mantan sersan militer Inggris, Thomas Matulessy yang dikenal dengan gelar Kapitan Pattimura. Selama ini, narasi Pattimura sering kali terjebak dalam dikotomi sederhana antara “pemberontak” versi kolonial atau “martir” versi romantisme sejarah. Buku ini adalah upaya untuk melepaskan label “pemberontak” yang disematkan oleh catatan-catatan kompeni. Pembaca juga diajak melihat Pattimura bukan hanya sebagai pahlawan super yang tanpa cela, melainkan sebagai seorang intelektual militer yang bergulat dengan pilihan-pilihan sulit demi martabat bangsanya. Buku ini membawa Anda menyusuri garis waktu kehidupan sang kapitan. Disajikan secara naratif dan kronologis, buku ini menjadi catatan yang mengalir dan ringan, namun tetap setia pada fakta. Biografi ini bukan sekadar deretan tanggal sejarah yang kaku, melainkan sebuah kisah hidup seorang pejuang. Dari riuh ombak di pesisir Saparua hingga sunyinya penjara di Benteng Victoria, ikuti perjalanan heroik sang kapitan yang tidak pernah tunduk pada penindasan.
| Penulis | : | Qurotul Ayun |
|---|---|---|
| Penerbit | : | DIVA Press |
| Tahun terbit | : | 2026 |
| ISBN | : | - |
| Halaman | : | 168 |