“Beberapa hari lalu saya merasa tidak enak badan dan membaca Kediaman Orang-Orang Mati. Banyak yang sudah saya lupakan; saya membacanya kembali, dan saya tidak tahu novel yang lebih baik dari seluruh sastra baru, termasuk Pushkin. Bukan nadanya, melainkan sudut pandangnya yang mengagumkan: tulus, natural, dan penuh welas asih. Novel yang baik dan menggugah jiwa. Kemarin saya menikmatinya sepanjang hari, seperti belum pernah saya nikmati sejak lama. Jika Anda bertemu Dostoevsky, katakan kepadanya bahwa saya mencintainya.” (Surat Leo Tolstoy kepada kritikus sastra Nikolai Strakhov, tertanggal 26 September 1880) Novel ini ditulis berdasarkan pengalaman nyata Dostoevsky selama sepuluh tahun menjalani kerja paksa di Siberia, mengambil bentuk fiksi: memoar seorang narapidana bernama Alexander Petrovitch Goriantchikoff yang ditemukan setelah kematiannya. Melalui suara narator yang senyap dan cermat, Dostoevsky perlahan membuka dunia yang selama ini tersembunyi di balik pagar kayu benteng. Di dalam kamp, ia menjumpai pencuri, pembunuh, dan orang-orang yang tampaknya telah kehilangan segalanya. Namun, Dostoevsky menolak mereduksi mereka menjadi massa yang seragam dan tanpa wajah. Setiap jiwa dihadirkan dengan ketelitian yang tidak menghakimi—absurd dan memilukan, keras dan ganjil, penuh kontradiksi—tetapi tidak pernah kehilangan kemanusiaannya. Kediaman Orang-Orang Mati adalah renungan mendalam atas kebebasan, hukuman, dan apa yang tersisa dari diri manusia ketika segalanya dirampas. Inilah novel yang mengubah cara dunia membaca—dan memahami—Dostoevsky.
| Penulis | : | Fyodor Dostoevsky |
|---|---|---|
| Penerbit | : | DIVA Press |
| Tahun terbit | : | 2026 |
| ISBN | : | - |
| Halaman | : | 444 |