Gerakan Ateisme Baru pernah tampil lantang sebagai wajah baru rasionalitas modern. Richard Dawkins, Christopher Hitchens, Sam Harris, dan Daniel Dennett menyerang agama dengan bahasa sains, skeptisisme, dan moralitas sekuler. Namun, di balik keyakinan yang tampak kokoh itu, tersimpan fondasi yang rapuh: saintisme yang berlebihan, argumen filosofis yang lemah, serta kegagalan memahami batas antara sains, metafisika, dan makna hidup. Melalui kajian yang tajam, sistematis, dan argumentatif, keruntuhan gerakan tersebut dibedah dari berbagai sisi. Dari asal-usul Ateisme Baru, problem evolusi dan Tuhan, moralitas ateistik, hingga perpecahan internal gerakan, terlihat bahwa Ateisme Baru bukan sekadar gagal menjawab agama, tetapi juga gagal membangun dasar yang utuh bagi kebenaran, moralitas, dan spiritualitas manusia.
| Penulis | : | Subboor Ahmad |
|---|---|---|
| Penerbit | : | IRCiSoD |
| Tahun terbit | : | 2026 |
| ISBN | : | - |
| Halaman | : | 182 |
Dr. Fu’ad Farid Isma’il & Dr. Abdul Hamid Mutawalli
Rp 70.000 25%
Rp 52.500