Dalam volume kedua ini, Alfred Russel Wallace membawa pembaca semakin jauh ke jantung Kepulauan Maluku dan Papua, wilayah yang pada abad ke-19 masih diselimuti misteri ilmiah dan tantangan geografis. Dari Ternate dan Gilolo, menyusuri Batchian, Seram, hingga Bouru, Wallace tidak sekadar mencatat perjalanan, tetapi menyingkap lanskap biologis yang kelak mengubah wajah ilmu pengetahuan. Pelayarannya dengan perahu pribumi menuju Kepulauan Aru, masa tinggalnya di Dobbo dan pedalaman, hingga penjelajahannya ke Dorey di Nugini dan Waigiou, memperlihatkan ketekunan seorang naturalis yang bekerja di tengah keterbatasan dan risiko. Di sini, pembaca akan menemukan kisah tentang burung-burung cenderawasih yang memukau, pemetaan geografi fisik Papua, serta pengamatan mendalam tentang keanekaragaman hayati yang mempertegas batas-batas biogeografi yang kini dikenal sebagai Garis Wallace. Buku kedua ini memadukan ketelitian observasi, kisah petualangan laut tropis, serta refleksi tentang ras manusia dan keragaman budaya di Kepulauan Nusantara. Wallace memperlihatkan bagaimana alam, manusia, dan sejarah saling bertaut dalam sebuah ekosistem besar yang kompleks dan menakjubkan. The Malay Archipelago Volume 2 adalah penutup yang agung dari sebuah ekspedisi monumental, sebuah karya klasik yang tidak hanya penting bagi sejarah ilmu alam, tetapi juga bagi siapa pun yang ingin memahami keajaiban Nusantara melalui mata seorang pemikir besar abad ke-19.
| Penulis | : | Alfred Russel Wallace |
|---|---|---|
| Penerbit | : | IRCiSoD |
| Tahun terbit | : | 2026 |
| ISBN | : | - |
| Halaman | : | 428 |