Di mata dunia, Korea Utara sering kali hanya dipandang sebagai lelucon visual atau diglorifikasi secara keliru sebagai simbol perlawanan heroik. Namun, di balik riuhnya prasangka politik tersebut, kita sering lupa bahwa ada jutaan manusia nyata yang harus membayar mahal gengsi kedaulatan itu dengan air mata dan perut yang lapar. Melalui sebuah catatan kecil yang mengalir, Wisnu Yudha Wardana hanya ingin mengajak kita menyingkirkan kacamata prasangka sejenak untuk menyusuri lorong waktu yang sunyi guna memahami trauma masa lalu yang memaksa sebuah bangsa memeluk senjata nuklir demi bertahan hidup. Tulisan ini merupakan bentuk penghormatan bagi ketangguhan rakyat biasa yang menolak menyerah pada keadaan. Mari kita buka tirai besi itu perlahan-lahan bukan untuk menertawakan melainkan untuk belajar merenungkan kembali makna kedaulatan negara dan nilai dari kemanusiaan.
| Penulis | : | Wisnu Yudha Wardana |
|---|---|---|
| Penerbit | : | IRCiSoD |
| Tahun terbit | : | 2026 |
| ISBN | : | - |
| Halaman | : | 188 |