Buku ini masuk ke gelanggang paling panas dalam perang gagasan: bentrokan antara modernitas Barat yang rakus kuasa dan proyek Islamisasi Pengetahuan yang ngotot cari pijakan sendiri. Di sini, pengetahuan dibedah sampai tulang, dibongkar hubungan busuknya dengan dominasi, negara, hegemoni, dan cara Barat memonopoli akal sehat dunia. Tapi buku ini juga tidak asal gebuk; ia membidik tajam, apakah Islamisasi Pengetahuan benar-benar melahirkan jalan baru, atau justru cuma memantulkan bayangan Barat dengan jubah Islami. Dengan gaya yang keras tapi cermat, buku ini mendesak kita masuk ke pertarungan ide yang tak main-main: dari Frankfurt, pascakolonial, sampai kritik atas kapitalisme dan modernitas global, lalu disandingkan dengan tokoh-tokoh besar Islamisasi seperti al-Faruqi, Abu Sulayman, al-Massiri, Davuto?lu, sampai Malkawi. Hasilnya bukan sekadar daftar nama, melainkan medan tempur epistemologis yang penuh benturan, ironi, dan pertanyaan tajam: apa yang sebenarnya diislamkan: ilmu, metodologi, atau sekadar identitas? Pada akhirnya, ini adalah buku yang menampar nyaman, mengganggu kemapanan, dan memaksa kita berpikir keras. Ia tidak sedang menjual romantisme identitas, melainkan menguji apakah Islamisasi Pengetahuan sungguh punya nilai tambah epistemologis atau cuma jadi slogan perlawanan yang megah di mulut, tapi pincang di medan ilmu.
| Penulis | : | Basyar Ahmad al-Laqqis |
|---|---|---|
| Penerbit | : | IRCiSoD |
| Tahun terbit | : | 2026 |
| ISBN | : | - |
| Halaman | : | 432 |