“Marilah kita hidup untuk diri kita sendiri. Biarlah hidup mereka tetaplah menjadi hidup mereka, dan hidup kita menjadi hidup kita.” Gorky merajut sebuah mozaik kehidupan yang murni dari pinggiran masyarakat Rusia di masa lalu. Melalui tatapan seorang pengembara, terbentang perjalanan menyusuri jalan-jalan berdebu, sungai sunyi, hingga hamparan padang stepa luas untuk menyaksikan denyut nadi rakyat jelata sesungguhnya. Setiap tokoh hadir memanggul beban penderitaan masing-masing, berusaha bertahan hidup seraya mempertahankan sisa-sisa martabatnya yang manusiawi, dengan terus berjuang mencari secercah makna di tengah impitan kemiskinan struktural. Di balik keputusasaan serta kekasaran sikap sehari-hari mereka, tersembunyi berbagai percakapan filosofis yang mendalam mengenai ketuhanan, garis takdir, dan keluhuran batin yang sering luput dari perhatian mereka yang hidupnya lebih beruntung. Gorky menyuguhkan empati yang tulus terhadap jiwa-jiwa kaum marjinal tersebut, mengajak pembaca merenungkan kembali esensi dasar keberadaan manusia, saat berdiri di tepian jurang eksistensi dalam karut-marut zamannya.
| Penulis | : | Maxim Gorky |
|---|---|---|
| Penerbit | : | IRCiSoD |
| Tahun terbit | : | 2026 |
| ISBN | : | - |
| Halaman | : | 392 |