Di Kopenhagen, ada sebuah jalan sempit bernama Hyskenstroede, tempat para perjaka tua hidup sendirian di rumah-rumah kecil. Salah satunya adalah Anthon, yang kerap ditertawakan karena topi malamnya. Puluhan tahun silam, ia mencintai Molly, teman masa kecilnya di Eisenach, tetapi gadis itu akhirnya menikah dengan orang lain. Air mata yang Anthon teteskan dalam kesunyian ternyata tidak hilang begitu saja. Semuanya tersimpan di dalam topi malamnya. Konon, siapa pun yang memakai topi itu akan bermimpi, dan mimpinya berubah menjadi dongeng. Bersama kisah Anthon, buku ini memuat sebelas cerita lainnya: dongeng dan kisah yang mengungkap kesombongan, duka, dan harapan manusia lewat suara angin, pohon, dan benda-benda sehari-hari, dengan kejenakaan yang selalu menyimpan kegetiran. *** Pada Januari 1847, William Makepeace Thackeray mengaku “tergila-gila” kepada Andersen setelah menemukan karyanya, menyebutnya “makhluk yang menawan, halus, dan penuh imajinasi.”
| Penulis | : | Hans Christian Andersen |
|---|---|---|
| Penerbit | : | DIVA Press |
| Tahun terbit | : | 2026 |
| ISBN | : | - |
| Halaman | : | 168 |