Di tengah benturan polarisasi elektoral, derasnya penetrasi teknologi digital, dan merosotnya otoritas keagamaan tradisional, buku ini menghadapkan pembaca pada labirin peradaban kontemporer yang sarat ketegangan. Apakah multikulturalisme sekadar ilusi keharmonisan semu di atas permukaan, ataukah ia merupakan fondasi etik yang niscaya bagi bangunan demokrasi yang bermartabat di tengah masyarakat majemuk? Menjawab pusaran krisis tersebut, diskursus dalam buku ini menempatkan institusi pendidikan tinggi sebagai kancah intelektual untuk meredam politik identitas, menguji ulang relasi hukum Islam dengan modernitas, serta merumuskan tata kelola pluralitas berbasis keadilan substantif tanpa terjebak dalam batasan ruang transmisi doktrin semata. Setiap bab mengurai benang kusut antara idealisme normatif teks agama dan realitas sosiologis yang kian kompleks. Hingga akhirnya, pembaca diantarkan pada pertanyaan fundamental mengenai arah peradaban kita ke depan: mampukah tradisi keilmuan meretas kekusutan zaman ini demi melahirkan tatanan masyarakat yang berkeadaban, ataukah kita justru tersesat dalam fragmentasi etika publik yang kian akut? Buku ini hadir untuk menawarkan peta jalan intelektual yang utuh bagi siapa saja yang beritikad merawat masa depan kemanusiaan, jauh dari sekadar janji-janji penyelesaian instan.
| Penulis | : | Achmad Khudori Soleh, Mohammad Afifulloh, Shafiatul Jannah, Imam Safi’i, Moh. Muslim, Dzulfikar Roda |
|---|---|---|
| Penerbit | : | DIVA Press |
| Tahun terbit | : | 2026 |
| ISBN | : | - |
| Halaman | : | 172 |
Dr. H. Fathor Rakhman, M.Pd. & Dr. Miftahus Surur, M.Pd.
Rp 55.000 0%
Rp 55.000
Suci Sutjipto, Anton Sukamto, Ade Mulyana, Septian Cahyadi, dan Sarwati Rahayu
Rp 66.000 0%
Rp 66.000
Dr. Muh. Hambali, M.Ag., M. Imamul Muttaqin, M.Pd.I.,dan Ruma Mubarak, M.Pd.I.
Rp 55.000 0%
Rp 55.000