The struggle of man against power is the struggle of memory against forgetting. (Milan Kundera) Selama ini kita terbiasa menerima pelajaran sejarah sekadar sebagai deretan angka tahun, peristiwa besar, atau hafalan nama tokoh besar. Kita jarang diajak merenungkan makna di balik peristiwa tersebut maupun mempertanyakan bagaimana catatan sejarah itu sendiri diproduksi. Akibatnya sejarah terasa beku dan kehilangan daya kritisnya untuk menjawab persoalan masa kini. Buku ini bukanlah deretan kisah sejarah, melainkan panduan sederhana untuk membongkar cara kerja ilmu sejarah itu sendiri. Melalui kacamata filsafat dalam perspektif kritis kajian budaya, kita akan menelusuri evolusi pemikiran umat manusia dalam memaknai masa lalu. Pembaca akan diajak berkenalan dengan gagasan para pemikir, mulai dari kejeniusan Ibnu Khaldun, rasionalitas Abad Pencerahan, kritik tajam Karl Marx, hingga gugatan teoretis Edward Said. Dengan merajut gagasan para filsuf dunia menuju realitas historiografi di Nusantara, buku ini menawarkan ruang refleksi yang hangat. Ini adalah sebuah upaya bersahaja untuk merawat ingatan dan menolak tunduk pada narasi tunggal. Sebuah undangan bagi siapa saja yang ingin mempelajari fondasi filsafat sejarah demi merangkai masa depan yang lebih berkeadilan.
| Penulis | : | Wisnu Yudha Wardana |
|---|---|---|
| Penerbit | : | IRCiSoD |
| Tahun terbit | : | 2026 |
| ISBN | : | - |
| Halaman | : | 172 |
Dr. Fu’ad Farid Isma’il & Dr. Abdul Hamid Mutawalli
Rp 70.000 25%
Rp 52.500