Imam sekaligus panglima pasukan Yahudi yang menjadi tawanan Roma, Flavius Josephus menyaksikan langsung kehancuran bangsanya. Buku ini memaparkan pemberontakan Yahudi melawan Roma sejak tahun 66 Masehi: perebutan kekuasaan di antara Zelot, Sicarii, Yohanes dari Gischala, dan Simon bar Giora memecah Yerusalem dari dalam, sementara Vespasianus dan Titus menggempur kota itu dari luar. Kelaparan, pengkhianatan, dan kekejaman silih berganti hingga Bait Suci terbakar pada tahun 70 Masehi, dan benteng Masada jatuh lewat tragedi bunuh diri massal yang mengguncang sejarah. Catatan saksi mata peninggalan abad pertama tersebut mendedah strategi militer legiun Romawi yang presisi tatkala berhadapan dengan fanatisme para pejuang lokal. Pengepungan berdarah demi mengekspansi kekuasaan membuka tabir sisi tergelap manusia saat terdesak oleh keputusasaan mutlak. Keseluruhan rentetan manuver tempur, operasional persenjataan berat, hingga krisis sosial yang fatal menyuguhkan wawasan mendalam mengenai lenyapnya tatanan peradaban kuno akibat ambisi politik maupun invasi militer.
| Penulis | : | Flavius ??Josephus |
|---|---|---|
| Penerbit | : | IRCiSoD |
| Tahun terbit | : | 2026 |
| ISBN | : | - |
| Halaman | : | 562 |