Dialektika “kiri” yang dianut Gramsci membuatnya berkesimpulan bahwa kelas yang ingin berkuasa, seperti buruh atau proletar, tidak bisa mengandalkan cendekiawan tradisional—sosok yang meneruskan tradisi pengetahuan era sebelumnya, merasa netral dan apolitis, dan berdiri di atas kelas sosial. Sebaliknya, mereka membutuhkan cendekiawan organik yang lahir dari kelas mereka sendiri, dekat dengan massa, aktif mengorganisir kesadaran, merumuskan perjuangan politik yang visioner, dan berani menantang hegemoni kelas penguasa. Oleh sebab itu, cendekiawan dan ruang pendidikan tidaklah netral. Alih-alih mentransfer pengetahuan semata, justru pendidikan menjadi gerbang utama reproduksi dan transformasi kesadaran kelas. Lewat pendidikan pula, kelas yang ingin berkuasa membangun kepemimpinan alternatif untuk merebut hegemoni, sementara kelas penguasa mempertahankan hegemoninya. Konsep-konsep penting ini Gramsci gunakan untuk membaca dinamika negara Italia modern, termasuk fenomena trasformismo, risorgimento, dan revolusi pasif. Baginya, revolusi yang mendalam dan radikal menuntut hegemoni baru yang berakar pada kesadaran kelas, bukan sekadar pergantian elite. Dan, di tengah-tengah ini, cendekiawan organik mendorong kelasnya untuk menjadi subjek sejarah.
| Penulis | : | Antonio Gramsci |
|---|---|---|
| Penerbit | : | IRCiSoD |
| Tahun terbit | : | 2026 |
| ISBN | : | - |
| Halaman | : | 220 |