Rakyat, Bangsa, dan Kekuasaan diterjemahkan dari Selections from Cultural Writing, yang menghimpun tulisan-tulisan Antonio Gramsci tentang sastra, bahasa, kaum intelektual, sastra populer, jurnalisme, hingga pembentukan kebudayaan nasional. Penulis ingin menunjukkan bahwa perebutan kekuasaan tidak hanya berlangsung dalam negara dan politik praktis, tetapi juga dalam bahasa, bacaan, selera, dan cara suatu bangsa memahami dirinya sendiri. Dalam banyak pembahasan, ia juga merujuk pada gagasan-gagasan yang berkaitan dengan Selections from the Prison Notebooks sehingga buku ini sekaligus membuka jalan ke lanskap pemikirannya yang lebih luas. Bertolak dari pengalaman Italia, ia menelusuri mengapa kebudayaan dapat menjadi jauh dari rakyat, mengapa sastra nasional kerap gagal menjadi sungguh-sungguh populer, bagaimana jurang antara intelektual dan massa justru membentuk watak kehidupan politik. Pembahasannya bergerak dari soal “rakyat” dan “publik”, kajian tentang Manzoni, kritik atas tradisi sastra Italia, hingga pembacaan atas sastra populer dan peran surat kabar serta terbitan berkala dalam membentuk kesadaran sosial. Dengan jangkauan tema yang luas, buku ini menghadirkan Gramsci sebagai pemikir yang membaca kebudayaan secara historis sekaligus politis. Sastra, sejarah, media, dan intelektual tampil bukan sebagai ranah netral, melainkan sebagai arena tempat makna bangsa, posisi rakyat, dan arah kekuasaan terus diperebutkan. Sebuah bacaan penting bagi siapa saja yang ingin memahami bahwa pergulatan kebudayaan selalu terkait erat dengan pergulatan sosial dan politik.
| Penulis | : | Antonio Gramsci |
|---|---|---|
| Penerbit | : | IRCiSoD |
| Tahun terbit | : | 2026 |
| ISBN | : | - |
| Halaman | : | 352 |