Seorang kaisar melenggang telanjang, angkuh sekaligus buta oleh pujian yang menyilaukan matanya sendiri; Di dasar laut, sesosok putri duyung menukar suaranya dengan sepasang kaki, demi cinta tak berbalas; Seorang gadis kecil menggesekkan korek api, mengusir dingin pada malam terakhirnya; Seekor itik yang dihina seisi kandang menjelma angsa; Seorang prajurit timah berkaki tunggal setia sampai lebur dalam nyala perapian; dan lain-lain. Lima belas kisah merajut dunia tempat benda mati bisa merasa dan keajaiban selalu berdampingan dengan kepedihan. Andersen menulisnya dari kenangan sebagai anak tukang sepatu miskin yang tumbuh dalam keterbatasan sebelum diakui dunia; maka tema keterasingan dan pencarian jati diri membayangi hampir setiap ceritanya. Kejujuran anak-anak berulang kali menyingkap kesombongan dan kepalsuan orang dewasa, sementara keteguhan dan pengorbanan tokohnya diuji oleh iming-iming harta, kedudukan, dan pujian dunia. Hampir dua abad berselang, buku ini dibacakan di ranjang anak-anak dan diam-diam dikutip oleh mereka yang mengaku berhenti percaya pada peri.
| Penulis | : | Hans Christian Andersen |
|---|---|---|
| Penerbit | : | DIVA Press |
| Tahun terbit | : | 2026 |
| ISBN | : | - |
| Halaman | : | 256 |