Di hadapan keangkuhan sains empiris dan sinisme filsafat Barat, masih mungkinkah agama Islam tegak berdiri sebagai kebenaran yang hidup—atau ia justru telah sekarat menjadi sekadar fosil dogma-dogma? Inilah pertanyaan penting yang hendak didedahkan jawabannya oleh Sir Muhammad Iqbal dalam karya filsafatnya yang paling monumental ini. Sebagai salah satu pemikir Islam paling berpengaruh abad ke-20, Iqbal tak gentar mempertengkarkan warisan intelektual Islam dengan gempuran filsafat dan sains modern. Lewat benturan keras itulah, ia melahirkan kembali Islam sebagai pemikiran yang bergerak dinamis: terbuka pada sains dan filsafat, tetapi menolak realitas diringkus dalam sekat-sekat empirisisme. Di tangannya, agama tidak hanya bertahan melawan zaman, melainkan menggerakkan daya cipta manusia dan peradaban. Iqbal menghadapkan Timur dan Barat, tradisi dan modernitas, spiritualitas dan intelektualitas, serta ilmu pengetahuan dan agama dalam gelanggang perkelahian filosofis yang runcing dan menyeluruh ihwal makna keberadaan. Sebagai karya filsafat agama, buku ini membebaskan pemikiran Islam dari kebekuan, mengobarkan kembali api ijtihad, serta membangun kesadaran keagamaan yang kritis dan tangguh melawan laju modernitas yang ugal-ugalan.
| Penulis | : | Sir Muhammad Iqbal |
|---|---|---|
| Penerbit | : | IRCiSoD |
| Tahun terbit | : | 2026 |
| ISBN | : | - |
| Halaman | : | 394 |
Dr. Fu’ad Farid Isma’il & Dr. Abdul Hamid Mutawalli
Rp 70.000 25%
Rp 52.500