Pertanyaan tentang “keaslian budaya dan praktik agama” menjadi titik berangkat utama yang mengantarkan buku ini untuk menelusuri wajah religi dan budaya lokal Nusantara. Istilah seperti “agama asli”, “tradisi asli”, “budaya asli”, bahkan “orang asli” seolah-olah mengandaikan adanya batas tegas antara sesuatu yang benar-benar milik kita dan milik orang lain. Padahal, Nusantara sejak dahulu merupakan ruang perjumpaan berbagai manusia, kebudayaan, pengetahuan, agama, dan tradisi. Dalam rentang sejarah yang panjang itu, yang terus bergerak maju tanpa henti, masyarakat tidak hanya menerima atau menolak unsur baru, tetapi juga memilih, menegosiasikan, mengubah, dan menafsirkannya kembali sesuai dengan pengalaman serta konteks lokalitas mereka. Oleh sebab itu, agama dan budaya tidak hadir dalam bentuk yang beku dan berwajah tunggal, melainkan terus bergerak melalui proses pertukaran, pewarisan, penyesuaian, dan perubahan, bahkan membentuk ciri khas dari suatu masyarakat. Sebagai dokumentasi praktik agama dan budaya lokal, buku ini mengajak kita untuk melampaui jebakan pencarian “keaslian” yang dapat melahirkan klaim superioritas, apologetika, dan generalisasi. Perhatian kemudian dialihkan pada bagaimana masyarakat memahami dan memaknai berbagai praktik religi serta budaya yang mereka miliki.
| Penulis | : | Dr. Ahmad Salehudin, M.A., dkk |
|---|---|---|
| Penerbit | : | DIVA Press |
| Tahun terbit | : | 2026 |
| ISBN | : | - |
| Halaman | : | 390 |