Sulit membicarakan sejarah politik dan kebudayaan dunia tanpa menyebut Athena. Berawal dari sebuah polis di Attika, kota ini berkembang menjadi salah satu pusat penting dunia Yunani. Di agora dan majelis, warga memperdebatkan urusan bersama; para filsuf mempertanyakan kehidupan manusia; sementara para penulis, dramawan, dan arsitek melahirkan karya yang pengaruhnya melampaui zaman. Namun, di balik kejayaannya, Athena juga mengalami konflik sosial, perebutan kekuasaan, peperangan, kekalahan, dan perubahan politik. Buku Selayang Pandang Bangsa Athena menelusuri perjalanan kota ini sejak masa awal pembentukannya, perkembangan sistem politik yang mengantarkannya pada demokrasi, hingga masa ketika Athena menjadi salah satu pusat kekuatan dan kebudayaan dunia Yunani. Pembahasan juga mencakup kehidupan masyarakat, pendidikan, agama, filsafat, sastra, dan seni, serta perubahan kedudukan Athena pada masa Helenistik dan Romawi. Meski kekuatan politiknya berangsur melemah, pengaruh Athena tidak ikut menghilang. Gagasan para filsuf, karya sastra, peninggalan arsitektur, dan pengalaman politik warganya terus diwariskan serta diperdebatkan selama berabad-abad. Dari sebuah polis di dunia kuno, Athena menjelma menjadi salah satu rujukan penting dalam pembicaraan tentang demokrasi, pendidikan, filsafat, seni, dan kebudayaan.
| Penulis | : | Christian D. Simbolon |
|---|---|---|
| Penerbit | : | IRCiSoD |
| Tahun terbit | : | 2026 |
| ISBN | : | - |
| Halaman | : | 156 |