Kita tidak akan pernah benar-benar memahami kemegahan sebuah peradaban tanpa terlebih dahulu menyelami napas dan keringat orang-orang awam yang membangunnya. Mark Lehner – Ahli Mesir kuno penemu pemukiman pekerja Giza Bayangkan Anda berdiri di pinggir Sungai Nil pada tiga ribu tahun lalu. Anda tidak akan disambut oleh kilau harta karun firaun atau misteri mumi seperti yang selama ini ditawarkan oleh layar Hollywood. Anda justru akan mencium bau keringat dari deretan gubuk tempat para petani dan perajin batu memutar roda peradaban purba. Buku ini hadir bukan untuk mendongengkan kebesaran para raja. Buku ini justru akan mengajak kita masuk ke lorong sempit desa pekerja untuk meraba kehidupan warga biasa. Kita akan menemukan kisah para ibu yang meramu jamur roti sebagai penangkal infeksi, para pekerja yang berani mogok kerja menuntut keadilan, hingga praktik sihir kaum miskin untuk menolak bala. Rangkaian fakta ini dibongkar dari kepingan tembikar, tempat sampah, dan sisa tulang belulang yang ternyata menyimpan suara yang jauh lebih jujur daripada ukiran istana. Kisah perjuangan kelas bawah di lembah Nil ini pada akhirnya menjadi cermin yang sangat akrab bagi kita hari ini. Ketabahan mereka merawat keluarga di tengah kerasnya alam dan rumitnya birokrasi negara, terasa dekat dengan ketangguhan masyarakat akar rumput Nusantara.
| Penulis | : | Wisnu Yudha Wardana |
|---|---|---|
| Penerbit | : | IRCiSoD |
| Tahun terbit | : | 2026 |
| ISBN | : | - |
| Halaman | : | 118 |