"Rakyat bagaikan akar, dan raja bagaikan pohon; dan pohon itu, wahai anakku, mendapatkan kekuatannya dari akar." Saadi Shirazi, Gulistan (Taman Mawar), Abad ke-13 Masehi. Mendengar kata “Persia Kuno”, sering kali membawa imajinasi kita pada gambaran raja gila kuasa dan peperangan berdarah. Buku Selayang Pandang Bangsa Persia Kuno hadir untuk menanggalkan kacamata bias tersebut. Buku ini juga akan mengajak Anda untuk menundukkan pandangan menuju jalanan berdebu. Kita akan berkenalan dengan para pekerja bergaji adil, perempuan mandiri, dan penggali terowongan air yang menjadi pembangun peradaban sesungguhnya. Buku ini adalah sebuah upaya untuk merayakan "Sejarah dari Bawah". Sebuah ironi sejarah terkuak saat imperium raksasa ini runtuh di bawah pedang bangsa asing. Istana boleh dibakar menjadi debu, tetapi kelenturan budaya rakyatnya justru menyelamatkan peradaban. Dengan sangat elegan, kebudayaan kelas pekerja Persia perlahan menaklukkan jalan pikiran para penakluknya. Pasukan asing pada akhirnya terpaksa meniru gaya berpakaian dan menyerap tata negara dari bangsa yang mereka kalahkan. Kejutan terbesar dari perjalanan waktu ini tersembunyi tepat di ujung lidah kita. Setiap kali kita melangkah ke pasar memakan anggur, mengenakan baju, atau memuja pahlawan, kita sedang merawat kosakata warisan bangsa kuno tersebut.
| Penulis | : | Wisnu Yudha Wardana |
|---|---|---|
| Penerbit | : | IRCiSoD |
| Tahun terbit | : | 2026 |
| ISBN | : | - |
| Halaman | : | 126 |