Buku ini membedah konsep demokrasi modern lewat eksperimen tiga fase Revolusi Prancis, sistem perwakilan, dan pentingnya konstitusi tertulis. Namun, cita-cita ini terus dibungkam. Kongres Wina 1815 merestorasi dinasti lama, Metternichismus menyebarkan sensor dan mata-mata, dan Protokol Troppau 1820 melegitimasi intervensi militer untuk menumpas gerakan demokrasi di negara lain. Dari ketegangan itu, meletus dua gelombang revolusi. Revolusi Juli 1830 menjalar dari Prancis ke Belgia, Polandia, Italia, dan Jerman—hanya Belgia yang berhasil merdeka. Delapan belas tahun kemudian, Revolusi Februari 1848 kembali meletus dan menyebar ke Austria, Hungaria, Italia, dan Jerman lewat Parlemen Frankfurt, namun hampir semuanya kembali direpresi dalam hitungan bulan. Buku ini juga membedah konsep nasionalisme secara mendalam: bagaimana ‘bangsa’ berbeda dari ‘negara’ dan ‘pemerintah’, mengapa ia tidak bergantung pada kesamaan ras atau bahasa melainkan ingatan sejarah bersama, serta bagaimana Revolusi Prancis memicu kebangkitan nasionalisme modern lewat konsep fatherland.
| Penulis | : | Hutton Webster |
|---|---|---|
| Penerbit | : | IRCiSoD |
| Tahun terbit | : | 2026 |
| ISBN | : | - |
| Halaman | : | 112 |