Di dalam tubuh, fungsi setiap sel bersifat tetap; sebaliknya, dalam masyarakat, pembagian tugas tidak pernah sekaku itu. Dari celah perbedaan inilah Durkheim kemudian merumuskan pertanyaan pokoknya: bagaimana suatu kelompok manusia tetap terikat manakala fungsi, pekerjaan, dan tanggung jawab para anggotanya semakin terspesialisasi. Ia membedakan dua bentuk solidaritas. Solidaritas mekanis bersandar pada kesamaan serta kesadaran kolektif yang kokoh, yaitu keseluruhan kepercayaan dan sentimen yang dimiliki bersama. Solidaritas organik muncul dari pembagian kerja, ketika individu-individu yang berbeda saling bergantung. Durkheim menelusuri ikatan tersebut melalui hukum, yang dipandangnya sebagai simbol solidaritas yang kasat mata. Hukum represif memberikan hukuman atas pelanggaran terhadap kesadaran kolektif; hukum restitutif mengembalikan keadaan seperti semula. Jumlah penduduk dan kepadatan moral, yakni intensitas interaksi antar-individu, merupakan sebab perkembangan pembagian kerja, sehingga ia menolak penjelasan ekonomi yang menghubungkannya dengan hasrat manusia akan kebahagiaan. Buku ini menguraikan bentuk patologisnya, yaitu pembagian kerja anomik dan pembagian kerja yang dipaksakan, guna memperjelas syarat keadaan normal.
| Penulis | : | Emile Durkheim |
|---|---|---|
| Penerbit | : | IRCiSoD |
| Tahun terbit | : | 2026 |
| ISBN | : | - |
| Halaman | : | 504 |