Buku ini mengajak pembaca mengintip sisi-sisi ganjil, absurd, dan nyaris konyol dari sejarah pemikiran. Ini bukan tentang merusak wibawa para filsuf, tapi tentang menikmati retak-retak kecil pada marmer patung mereka. Beberapa cerita berasal dari catatan sejarah, sisanya terlalu sayang untuk tidak ditambahkan bumbu penyedap tawa. Semuanya ditulis dengan semangat subversif dan cinta yang agak bengkok.
Pembaca tak harus tahu semua istilah rumit filsafat untuk menikmatinya. Cukup satu hal: keberanian untuk tertawa—dan mungkin, sedikit rasa bersalah setelahnya.
Karena ternyata, di balik setiap sistem filsafat yang rumit, ada seorang manusia yang sedang... berusaha keras agar terlihat masuk akal. Dan terkadang, satu kekonyolan yang serius bisa menjelaskan lebih banyak hal daripada satu buku metafisika. Kalau Anda beruntung.
“Saya berpikir, maka saya ada. Tapi seusai membaca buku ini, saya menyesal telah berpikir.”
— René Descartes KW Tiga
“Buku ini berbahaya. Ia membuat orang berpikir sambil tersenyum. Saya curiga ini awal dari revolusi.”
— Karl Marx KW Super
"Saya menulis 400an halaman tentang retorika. Buku ini menertawakannya hanya dalam empat paragraf. Sial, saya iri."
— Aristoteles Mazhab Jogja
“Buku ini berbahaya. Ia membuat orang berpikir sambil tersenyum. Saya curiga ini awal dari revolusi.”
— Karl Marx KW Super
"Saya menulis 400an halaman tentang retorika. Buku ini menertawakannya hanya dalam empat paragraf. Sial, saya iri."
— Aristoteles Mazhab Jogja
Penulis | : | Rif’an Anwar |
---|---|---|
Penerbit | : | DIVA Press |
Tahun terbit | : | 2025 |
ISBN | : | - |
Halaman | : | 234 |
Dr. Fu’ad Farid Isma’il & Dr. Abdul Hamid Mutawalli
Rp 70.000 25%
Rp 52.500