Nama Tan Malaka semakin sering diperbincangkan oleh generasi muda yang ingin menelusuri sejarah Indonesia hingga ke akar-akarnya. Di tengah derasnya arus informasi dan riuhnya perdebatan politik masa kini, sosoknya hadir sebagai figur intelektual pejuang; radikal dalam gagasan, teguh dalam pendirian, dan tak kenal lelah memperjuangkan kemerdekaan sejati. Buku ini mengajak anak muda mengenal Tan Malaka bukan sekadar sebagai tokoh kontroversial dalam sejarah, tetapi sebagai pendidik, pemikir, dan penggerak perubahan sosial. Komitmennya pada kemerdekaan Indonesia membuatnya berani berbeda pandangan, bahkan dengan tokoh-tokoh besar seperti Soekarno dan Mohammad Hatta. Namun bagi Tan Malaka, kemerdekaan bukan hanya peristiwa politik 1945, melainkan proses panjang membangun bangsa yang berpikir merdeka dan berdaulat secara intelektual. Melalui karya monumentalnya, Madilog, ia menanamkan pentingnya berpikir materialis, dialektis, dan logis sebagai fondasi perjuangan melawan ketertindasan. Pendidikan baginya adalah senjata utama: alat untuk membebaskan rakyat dari kebodohan, ketidakadilan, dan manipulasi. Di era digital ketika hoaks dan propaganda mudah menyebar, semangat berpikir kritis yang diwariskan Tan Malaka terasa semakin relevan. Anak muda ditantang bukan hanya untuk mengetahui sejarah, tetapi juga menghidupkannya dengan cara membaca realitas dengan tajam, bersikap berani, dan bergerak bersama demi keadilan sosial.
| Penulis | : | A. Roemaisa |
|---|---|---|
| Penerbit | : | DIVA Press |
| Tahun terbit | : | 2026 |
| ISBN | : | - |
| Halaman | : | 262 |