Pernahkah pembaca merasa hidup berjalan begitu cepat dari satu pencapaian ke pencapaian lain, namun diam-diam menyisakan ruang hampa yang tak bernama? John Dewey pernah berkata bahwa kita belajar bukan sekadar dari pengalaman itu sendiri, melainkan dari perenungan di baliknya. Buku The Silent Second Sight: Risalah Membaca Tanpa Suara hadir sebagai ruang jeda di tengah hiruk-pikuk dunia. Melalui kumpulan esai reflektif yang mendalam, buku ini mengajak pembaca berhenti sejenak untuk melihat kehidupan dengan perspektif baru, sebuah second sight yang lebih tenang, jernih, dan manusiawi. Terbagi ke dalam dua bagian utama, buku ini menuntun perjalanan batin kita. Jeda, Jernih, dan Jejak Berdampak mengajak pembaca meninjau kembali arti kebahagiaan, memahami batas dari kata “cukup”, serta menyadari bahwa kebahagiaan sejati bisa hadir di sepanjang perjalanan proses bertumbuh, bukan sekadar rasa yang hinggap ketika mencapai ujung perjalanan. Selanjutnya, Rasa, Relasi, dan Resonansi mencoba membedah kedewasaan spiritual dan emosional, ketika kedekatan dengan sesama dan nilai berbagi mampu menciptakan resonansi batin yang lebih utuh, sejalan dengan prinsip bahwa kebahagiaan baru benar-benar bermakna ketika dibagikan. Bukan sekadar buku refleksi biasa, risalah ini adalah catatan perjumpaan dengan keresahan, kehilangan, dan keindahan hidup yang sering luput disadari. Temukan kembali makna yang tertinggal dalam setiap peristiwa sunyi, dan mulailah membaca pesan-pesan dalam tiap peristiwa kehidupan yang sering kali hadir tanpa suara.
| Penulis | : | Dr. Sunardi Siswodiharjo |
|---|---|---|
| Penerbit | : | DIVA Press |
| Tahun terbit | : | 2026 |
| ISBN | : | - |
| Halaman | : | 202 |