Severity: Warning
Message: fopen(/var/www/html/divapress/sessions/ci_sessionb0ka7q28h6qamp46r2f58uhevsjhb9fh): failed to open stream: No space left on device
Filename: drivers/Session_files_driver.php
Line Number: 172
Backtrace:
File: /var/www/html/divapress/Apps/controllers/Portal.php
Line: 8
Function: __construct
File: /var/www/html/divapress/index.php
Line: 316
Function: require_once
Severity: Warning
Message: session_start(): Failed to read session data: user (path: /var/www/html/divapress/sessions)
Filename: Session/Session.php
Line Number: 143
Backtrace:
File: /var/www/html/divapress/Apps/controllers/Portal.php
Line: 8
Function: __construct
File: /var/www/html/divapress/index.php
Line: 316
Function: require_once
Pada periode Socrates, kehidupan politik Yunani tumbuh intensif, khususnya di Athena yang demokratis. Warga bebas memainkan peran apa pun, dalam hal apa pun, dan jika ingin terjun ke dalam politik, mereka mengikuti semacam pendidikan. Namun, pendidikan dengan bentuk ideal aristokrat lama tak lagi mampu memenuhi tuntutan demokrasi yang sedang berkembang. Ada sesuatu yang lebih dibutuhkan, dan kebutuhan ini dipenuhi oleh kaum Sofis. Kaum Sofis menempatkan pelatihan teoretis sebagai pengganti pelatihan praktis. Mereka adalah profesor keliling yang berjalan dari kota ke kota, mengumpulkan banyak pengetahuan dan pengalaman berharga. Mereka memberi instruksi tentang berbagai hal, termasuk tata bahasa, penafsiran penyair, filsafat mitologi, dan lain sebagainya. Periode Socrates tersebut adalah bahan bakar yang mengolah banyak pemikir Yunani. Dari tungku itu lahirlah Plato. Tak butuh lama baginya untuk mendirikan Akademi, universitas pertama di Eropa. Dari Plato muncul suara pertama tentang Atlantis. Dari Plato pula berkembang doktrin Platonik. Pada masa berikutnya, Aristoteles menjadi bagian dari Akademi. Pada diri Plato, Aristoteles menemukan sosok panutan dan teman yang mengagumkan. Setelah kematian Plato, Aristoteles meninggalkan Athena. Aristoteles diundang ke Pella oleh Philip dari Makedonia untuk mendidik putranya, Alexander, yang kemudian memainkan peran begitu menonjol di panggung politik dan menjadi Alexander Agung. Karya ketiga filsuf besar ini tak pernah berhenti mempengaruhi gerak manusia dan zaman. Buku ini menguraikan ketiganya dengan sangat lugas dan sangat cocok untuk pembaca yang ingin mulai mengenal filsafat.
| Penulis | : | Frederick Copleston |
|---|---|---|
| Penerbit | : | BASABASI |
| Tahun terbit | : | 2025 |
| ISBN | : | 978 |
| Halaman | : | 502 |
Dr. Fu’ad Farid Isma’il & Dr. Abdul Hamid Mutawalli
Rp 70.000 25%
Rp 52.500