Timur Tengah yang Retak: Membaca Ulang Narasi, Kekuasaan, dan Imajinasi Tatanan Dunia

Rp 80.000 0%
Rp. 80.000

Timur Tengah hampir selalu hadir dalam imajinasi global sebagai kawasan krisis. Perang berkepanjangan, kekerasan bersenjata, diplomasi yang berulang tanpa hasil, serta penderitaan kemanusiaan yang terus direproduksi melalui laporan media dan pernyataan politik internasional membentuk kesan bahwa kawasan ini adalah “masalah permanen” dunia, dan sering dipahami sebagai sesuatu yang nyaris alamiah—seolah-olah kekerasan merupakan kondisi bawaan kawasan tersebut.
Krisis yang terjadi bukan akibat ketiadaan aturan, melainkan ketimpangan penegakannya. Hukum internasional dan HAM tetap ada, tetapi diterapkan secara pilah-pilih. Kemanusiaan direduksi menjadi bantuan darurat, bukan tuntutan perubahan struktural.
Kebuntuan ini tidak menghasilkan kekacauan, namun justru menghasilkan sesuatu yang lebih sunyi dan berbahaya: erosi legitimasi normatif. Lalu, dunia memahami bahwa aturan lebih sering berfungsi sebagai bahasa kekuasaan, bukan sebagai pembatasnya. Dalam konteks inilah, Timur Tengah menjadi cermin paling jujur bagaimana ketimpangan global dipelihara demi kepentingan ekonomi dan politik “pusat kekuasaan”.
Ditulis dari perspektif Global South, buku ini merefleksikan krisis Timur Tengah dan posisi negara-negara non-Barat, termasuk Indonesia, dalam tatanan dunia yang tidak adil dan penuh ilusi yang melegitimasi krisis kemanusiaan.

Rincian buku:

Penulis : Eko Ernanda
Penerbit : IRCiSoD
Tahun terbit : 2026
ISBN : -
Halaman : 270

Buku Terkait


Nur Khalik Ridwan
Rp 60.000 20%
Rp 48.000

Dr. Gun Gun Heryanto, M.Si
Rp 150.000 20%
Rp 120.000

Turkish Spirits
Rp 70.000 20%
Rp 56.000

Michael H. Hart
Rp 140.000 %
Rp 140.000

Kaka Alvian Nasution
Rp 58.000 25%
Rp 43.500

Dr. Zaprulkhan, S.Sos., M.S.I
Rp 95.000 %
Rp 95.000