Eliade memahami agama melalui dua wilayah: Yang Sakral dan Yang Profan. Eliade menawarkan pendekatan yang berbeda dalam penelitian agama dibandingkan dengan kaum reduksionis seperti Freud, Durkheim, dan Marx. Ia menekankan bahwa ide dan perilaku keagamaan memiliki keindependenan tersendiri, meskipun mengakui pentingnya faktor psikologi, sosial, dan ekonomi. Eliade berargumen bahwa untuk memahami agama secara utuh, kita harus melihatnya dari sudut pandang pemeluknya, di mana Yang Sakral menjadi inspirasi utama dalam kehidupan masyarakat arkais. Eliade juga dikenal karena cakupan penelitian yang luas dan ambisius. Ia tidak hanya mengumpulkan data dari berbagai tradisi agama di seluruh dunia, tetapi juga berusaha memahami agama secara komprehensif, mencakup aspek-aspek seperti mitos, simbol, dan ritual. Di sisi lain, Eliade tidak menganggap dirinya sebagai ilmuwan netral; ia terikat dengan ide dan budaya zamannya. Ia berusaha menghubungkan pemikiran arkais dengan isu-isu filosofis kontemporer, dan menyatakan bahwa pemahaman yang keliru terhadap nilai-nilai psikologis masa lalu dapat mengaburkan perjuangan manusia dalam sejarah.
| Penulis | : | Daniel L. Pals |
|---|---|---|
| Penerbit | : | IRCiSoD |
| Tahun terbit | : | 2026 |
| ISBN | : | - |
| Halaman | : | 112 |
Dr. Fu’ad Farid Isma’il & Dr. Abdul Hamid Mutawalli
Rp 70.000 25%
Rp 52.500