Antropologi Pedagogis menegaskan bahwa pendidikan perlu berakar pada pengetahuan tentang anak yang bertumbuh. Maria Montessori mengajak pendidik membaca keragaman fisik, psikis, dan sosial melalui observasi sistematis, sehingga keputusan di ruang kelas bertumpu pada data, bukan prasangka atau bayangan tentang “murid rata-rata”. Sekolah didorong memiliki perangkat pemantauan pertumbuhan: pengukuran tinggi dan berat badan secara berkala, pencatatan pada kurva, serta rekam biografis yang membantu memahami konteks perkembangan. Informasi dari keluarga memandu tindak lanjut yang tepat, termasuk rujukan bila diperlukan. Dengan demikian, sekolah berfungsi sebagai lingkungan yang peka terhadap tanda-tanda awal hambatan perkembangan, tanpa mengaburkan batas peran pendidikan dan layanan kesehatan. Hari ini, ketika sekolah menghadapi ketimpangan gizi, minim aktivitas fisik, dan tekanan psikologis, kerangka Montessori kembali relevan. Pendekatan lintas-disiplin dan kolaborasi layanan terkait, memadukan data pertumbuhan, kondisi kesehatan, serta kebijakan sekolah yang adil, aman, dan berbasis bukti. Dalam penerapannya, data dikelola secara etis, akurat, proporsional, dan menghormati privasi.
| Penulis | : | Maria Montessori |
|---|---|---|
| Penerbit | : | IRCiSoD |
| Tahun terbit | : | 2026 |
| ISBN | : | 978-634-7446-91-6 |
| Halaman | : | 338 |