Di bumi bagian mana lagi aku bisa menangkan diri? Semua tempat tampak penuh sesak. Orang-orang lalu-lalang, berdesakan, mencari sesuatu yang entah apa maknanya di dunia. Orang-orang kerap meributkan sesuatu yang sebenarnya tak begitu berharga. Orang-orang terlalu banyak bicara dan menggurui tentang apa yang tidak mereka ketahui. Orang-orang gampang berteriak lantang untuk hal-hal yang bisa diselesaikan dengan suara rendah dan pikiran yang tenang. Orang-orang selalu ingin berkuasa dan bertindak semau mereka. Orang-orang mudah merendahkan dan menindas sesamanya. Orang-orang membuang sampah sembarangan. Orang-orang rajin membabat hutan. Orang-orang kerap mengotori sungai dan lautan. Orang-orang merusak bumi dengan caranya yang garang. * Di Bumi Bagian Mana Lagi Aku Bisa Menenangkan Diri? merupakan sekumpulan prosa liris dan beberapa cerita yang menggabungkan antara isu kesehatan mental dengan isu lingkungan. Saya merasa, kesehatan mental bukanlah permasalahan personal, melainkan persoalan struktural yang lahir dari relasi manusia dengan alam, ruang hidup, dan sistem sosial yang kerap abai. Ketika lingkungan rusak, ritme hidup dipercepat, dan manusia dipaksa terus produktif tanpa jeda, jiwa pun ikut lelah. Buku ini berisi keresahan-keresahan seorang penulis, bukan kumpulan petunjuk atau resep untuk menyelesaikan persoalan. Ia hadir sebagai ruang berbagi dan perenungan. Meski begitu, saya berharap buku ini tetap dapat memberi dampak, sekecil apa pun, dengan mengajak pembaca menyadari bahwa merawat bumi berjalan seiring dengan merawat diri sendiri.
| Penulis | : | Ruang Pulang |
|---|---|---|
| Penerbit | : | DIVA Press |
| Tahun terbit | : | 2026 |
| ISBN | : | - |
| Halaman | : | 158 |