Apa sesungguhnya hakikat tauhid, dan sejauh mana pengaruhnya terhadap seluruh bangunan keberagamaan seorang hamba? Persoalan ini tidak berhenti pada pengakuan bahwa Allah adalah Tuhan Yang Maha Esa. Tauhid menuntut pembebasan akidah dari segala bentuk kemusyrikan, pengenalan yang benar terhadap keagungan dan kesempurnaan-Nya, serta penghambaan yang sepenuhnya tertuju kepada-Nya. Dengan demikian, tauhid bukan semata-mata keyakinan yang tersimpan dalam hati, melainkan prinsip yang menentukan cara seseorang mengenal Tuhannya sekaligus menjalani agamanya. Dimensi-dimensi tersebut tercermin dalam kandungan Surah al-Kafirun, al-Ikhlas, dan al-Bayyinah. Ketiganya memperlihatkan rangkaian persoalan tauhid dari sisi yang saling melengkapi: pemurnian akidah dari kemusyrikan, penegasan keesaan dan kesempurnaan Allah, hingga perwujudan keyakinan itu dalam bentuk penghambaan dan ketaatan. Dalam penafsiran Fakhruddin ar-Razi, pembahasan atas ketiga surah ini berkembang menjadi telaah mendalam yang memadukan ketelitian bahasa, argumentasi rasional, dan pemikiran teologis. Rangkaian penjelasannya membawa pembaca menyelami bukan hanya apa yang harus diyakini tentang Allah, melainkan juga bagaimana keyakinan tersebut semestinya membentuk seluruh orientasi keberagamaan seorang hamba.
| Penulis | : | Imam Fakhruddin ar-Razi |
|---|---|---|
| Penerbit | : | DIVA Press |
| Tahun terbit | : | 2026 |
| ISBN | : | - |
| Halaman | : | 250 |